BeritaDaerahKarimunKepulauan Riau

Akibat Bangunan Tak Layak, MDTA Al Hikmah Km 8 Kundur Tetap Gelar Pembelajaran di Teras Masjid An-Nur Km 9

21
×

Akibat Bangunan Tak Layak, MDTA Al Hikmah Km 8 Kundur Tetap Gelar Pembelajaran di Teras Masjid An-Nur Km 9

Sebarkan artikel ini

Kondisi MDTA Al Hikmah Km 8 Kundur

Selingsing.com, (Kundur) – Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Hikmah yang berada di Km 8 Tanjungbatu Barat, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, tetap berlangsung meski kondisi bangunan madrasah sudah tidak layak digunakan, sebagian santri dan santriwati di pindahkan pembelajaran ke Masjid An-Nur Km 9.

Madrasah yang berdiri sejak 2009 dari dana hibah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) itu kini mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, sebagian bangunan terpaksa dibongkar karena dinilai membahayakan keselamatan.

Kepala MDTA Al Hikmah, Rita Fadilah, yang mulai menjabat pada 2025, terus berupaya mendorong perbaikan sarana dan prasarana madrasah. Ia juga mengapresiasi masyarakat serta Tenaga Kesejahteraan Sosial yang telah membantu proses pembongkaran bangunan secara gotong royong.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga yang telah peduli dan ikut membantu membongkar bangunan yang sudah membahayakan,” ujar Rita, (Senin 27/04/26).

Akibat kondisi tersebut, proses pembelajaran terpaksa dibagi ke dua lokasi. Di Km 8, jumlah santri tersisa 8 orang karena sebagian orang tua khawatir terhadap kondisi bangunan. Sementara itu, kegiatan belajar dipindahkan ke Km 9 dengan jumlah santri mencapai 43 orang.

Saat ini, proses belajar mengajar juga masih dilaksanakan di teras Masjid An-Nur Km 9. Meski dengan keterbatasan, para guru dan santri tetap menunjukkan semangat untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Alhamdulillah, kegiatan belajar tetap berjalan meskipun dengan segala keterbatasan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berusaha,” tambah Rita.

Harapan juga disampaikan oleh Dea Ayu Putri, mahasiswa asal Kundur yang pernah menempuh pendidikan di madrasah tersebut. Ia berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi bangunan.

“Madrasah ini adalah tempat saya belajar agama pada 2016. Saat itu bangunan sudah mulai rusak, dan kini kondisinya semakin memprihatinkan. Saya melihat langsung perjuangan para guru yang tetap mengajar dengan penuh semangat meski hanya di teras masjid,” pungkas Dea.

Pihak madrasah berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak terkait, baik melalui bantuan anggaran, program pembangunan, maupun perhatian berkelanjutan, untuk membangun kembali fasilitas belajar yang aman, layak, dan memadai.

Keberadaan MDTA Al Hikmah dinilai sangat penting dalam membina, membentuk, dan mencetak generasi Qurani yang berakhlak, berilmu, serta memiliki pemahaman agama yang kuat di lingkungan setempat, sehingga dapat menjadi fondasi moral bagi perkembangan masyarakat di masa depan. (Rendy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *