Berita

Distrik Berisik Tanjungpinang dan CYL Hadirkan Ruang Diskusi Literasi: Narasi Pemuda, Ruang Suara, dan Aksi Literasi

68
×

Distrik Berisik Tanjungpinang dan CYL Hadirkan Ruang Diskusi Literasi: Narasi Pemuda, Ruang Suara, dan Aksi Literasi

Sebarkan artikel ini
Distrik Berisik Tanjungpinang dan Coastal Youth Literacy Community (CYL) Hadirkan Ruang Diskusi Literasi
Admin: Rendy

Selingsing.com, Tanjungpinang — Distrik Berisik Tanjungpinang bersama Coastal Youth Literacy Community (CYL) menggelar kegiatan pembuatan vidio narasi serta membaca dan bedah buku yang dilanjutkan dengan diskusi terbuka sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pemuda dan masyarakat. Kegiatan ini mengangkat tema “Narasi Pemuda, Ruang Suara, dan Aksi Literasi.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa lintas kampus, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. Kehadiran peserta yang beragam menunjukkan bahwa literasi tidak hanya menjadi kebutuhan akademik, tetapi juga kebutuhan sosial yang menyentuh kehidupan sehari-hari, (Minggu) 28/12/2025.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga peserta membuat vidio serta menjadi aktor dalam vidio narasi tersebut dan juga mendalami isi buku melalui proses bedah buku yang kritis. Diskusi berlangsung secara interaktif, membahas gagasan utama buku, konteks sosial yang melatarbelakanginya, serta relevansinya dengan persoalan pemuda dan masyarakat saat ini. Peserta secara aktif menyampaikan pandangan, kritik, dan refleksi, sehingga literasi benar-benar menjadi ruang dialog yang hidup.

“Nah tujuan kegiatan ini berupaya untuk meningktakan eksistensi serta keberadaan budaya literasi yang masih kuat dan nantinya vidio narasi yang sudah kita lakukan akan kita up ke media DPD berisik pusat sehingga masyarakat luar kepri juga tahu ternyata budaya literasi di kota tanjung pinang ini masih hidup dan terjalankan, ” ujar Raja Nuzul (ketua DPD Berisik kota tanjung pinang).

Koordinator kegiatan, Muhammad Rendy Wardhana, dalam sambutannya juga menyampaikan “ Literasi harus menjadi alat bagi pemuda untuk memahami realitas, menyuarakan kegelisahan, dan mendorong lahirnya aksi nyata di tengah masyarakat.Tan Malaka menegaskan, tujuan pendidikan adalah mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan. Melalui Suara Literasi, pemuda diajak untuk berpikir kritis, berani bersuara, dan bergerak membawa perubahan,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap gerakan literasi pemuda. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting agar ruang-ruang literasi seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat hadir mendukung gerakan literasi pemuda, baik melalui fasilitas, kolaborasi program, maupun kebijakan yang berpihak pada penguatan budaya baca dan ruang diskusi publik,” tambahnya.

“Lapak baca adalah langkah kecil dengan harapan besar. Dari ruang-ruang sederhana inilah budaya literasi tumbuh, mempertemukan ide, dan menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat. Dengan kolaborasi dan semangat generasi muda, kami percaya Tanjungpinang mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, mencintai budaya, dan siap menghadapi masa depan dengan pengetahuan, ” penutupan Amri Ramadhan selaku ketua Coastal Youth Literacy Community (CYL).

Distrik Berisik Tanjungpinang dan CYL memandang kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan literasi yang berkelanjutan. Literasi tidak dimaknai sebatas aktivitas membaca buku, melainkan sebagai proses membangun kesadaran kritis, memperkuat solidaritas, dan mendorong aksi nyata di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *