BeritaBerita UtamaDaerahKepulauan RiauNasionalTanjungpinang

Rokok Ilegal Menjamur di Pulau Bintan, Mahasiswa Sampaikan Pernyataan Menteri Keuangan

40
×

Rokok Ilegal Menjamur di Pulau Bintan, Mahasiswa Sampaikan Pernyataan Menteri Keuangan

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Tanjungpinang – Peredaran rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai yang semakin menjamur di Kota Tanjungpinang memicu reaksi keras dari kalangan aktivis mahasiswa. Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tanjungpinang, Mahera Sovie Putra, menilai kondisi ini telah mencapai titik yang mengkhawatirkan dan merendahkan wibawa penegakan hukum di daerah.

Mahera membuka pernyataannya dengan menyoroti komitmen Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menekankan pentingnya pasar yang adil (fair) dan pemberantasan barang ilegal untuk melindungi industri dalam negeri serta menjaga stabilitas ekonomi.

​”Bapak Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dengan tegas menyatakan tidak ingin industri legal mati sementara yang ilegal justru dibiarkan hidup. Beliau berkomitmen untuk ‘menyikat’ tanpa ampun para pelaku usaha ilegal demi keadilan ekonomi dan penerimaan negara. Pesan ini sangat jelas: tidak ada tempat bagi rokok ilegal di Indonesia,” ujar Mahera Sovie Putra.

Namun, Mahera menyayangkan bahwa semangat tegas yang diinstruksikan Menkeu Purbaya seolah-olah tumpul ketika berhadapan dengan realitas di lapangan, khususnya di Kota Tanjungpinang. Ia menilai ada ketimpangan besar antara narasi pusat dengan tindakan aparat di daerah.

​”Kami melihat adanya ketidakbecusan dan kurangnya kinerja dari aparat penegak hukum yang berwenang di kota ini. Pertanyaan besarnya, ke mana Bea Cukai Tanjungpinang selama ini? Rokok ilegal beredar luas secara terang-terangan di warung-warung dan kios, namun pengawasan seolah-olah tutup mata,” tegasnya.

​Mahera menambahkan bahwa lemahnya pengawasan ini memunculkan spekulasi negatif di tengah masyarakat terkait integritas instansi tersebut.

​”Jika barang ilegal bisa masuk dan beredar secara masif di wilayah kerja mereka tanpa ada penindakan yang berarti, maka wajar jika kami mempertanyakan integritas Bea Cukai. Ini adalah raport merah bagi penegakan hukum di Tanjungpinang.”

Menutup pernyataannya, Mahera Sovie Putra menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Selain mempersiapkan kekuatan massa, ia juga akan mengambil langkah formal dengan melaporkan kondisi di daerah langsung ke tingkat pusat.

​”Kami tidak akan berhenti hanya pada kritik di media. Kami sudah mengonsolidasikan massa untuk menggelar aksi demonstrasi jika tidak ada perubahan dalam waktu dekat. Lebih dari itu, saya secara pribadi sebagai koordinator lapangan bersama aliansi berencana menyurati langsung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa,” tegas Mahera.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *