BeritaBerita UtamaKepulauan RiauTanjungpinang

Warga Sei Ladi Diajarkan Olah Sampah Organik Jadi Kompos oleh Prodi Kimia Umrah

8
×

Warga Sei Ladi Diajarkan Olah Sampah Organik Jadi Kompos oleh Prodi Kimia Umrah

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Tanjungpinang — Ratusan kilogram sampah organik rumah tangga di Kampung Sei Ladi berpotensi dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.

 

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Program Studi Kimia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Senin (5/10/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat Kampung Sei Ladi, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.

 

Dalam kegiatan itu, tim PkM Program Studi Kimia UMRAH memberikan edukasi mengenai cara mengolah sampah organik dapur menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.

 

Tim PkM menjelaskan, sejumlah sampah rumah tangga seperti dedaunan, potongan rumput, sisa sayuran, buah-buahan busuk, dan sisa makanan masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan tepat.

 

Warga diajarkan proses pengomposan mulai dari memilah sampah organik dan anorganik, mencacah sampah menjadi ukuran lebih kecil, hingga memasukkannya ke dalam wadah komposter. Proses penguraian dilakukan secara aerobik dengan memastikan adanya sirkulasi udara.

 

Dalam proses tersebut, warga juga diperkenalkan dengan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang berfungsi sebagai bio-aktivator untuk membantu mempercepat proses penguraian sampah organik.

 

Plt.Koordinator Program Studi Kimia FTTK UMRAH, Dr. Eka Putra Ramdhani, S.T., M.Si menyebut antusiasme warga terlihat saat sesi diskusi berlangsung.

 

Menurutnya, air kelapa, khususnya air kelapa tua, memiliki kandungan nutrisi, mineral, dan gula alami yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme dalam proses fermentasi.

 

“Air kelapa tua dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan gula alami yang menjadi sumber energi bagi mikroorganisme. Bahan ini juga relatif mudah diperoleh dan dapat menjadi alternatif yang ekonomis bagi masyarakat,” ujar Eka.

 

Ia menambahkan, masyarakat dapat membuat MOL secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti nasi basi, sisa buah, bonggol pisang, dan air kelapa.

 

Pemanfaatan sampah organik tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

 

“Di sisi lain, kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah,” tambahnya.

 

Ketua pelaksana PkM bersama Ibu RT Sei Ladi turut mengapresiasi antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.

 

” Tingginya partisipasi warga dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga,” lanjut Eka.

 

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Kimia UMRAH berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

 

“Sampah organik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diharapkan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mendukung pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga,” pungkasnya.

 

(Yuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *