BeritaDaerahKarimunKepulauan Riau

Wakil DPC Pemuda Batak Bersatu Karimun, Berharap  Masalah Gerenti Perlu Dicarikan Solusi Oleh Pemerintah 

6
×

Wakil DPC Pemuda Batak Bersatu Karimun, Berharap  Masalah Gerenti Perlu Dicarikan Solusi Oleh Pemerintah 

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Karimun –  Gerenti atau uang jaminan bagi calon penumpang yang akan berangkat keluar negeri beberapa waktu lalu menjadi perbincangan warga net. Ada yang pro dan kontrak terhadap gerenti tersebut. Salah satunya,  Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun Maszan P Sianturi yang terjun langsung kepelabuhan penumpang dan menjumpai salah satu calon penumpang tujuan Malaysia bernama Leman.

” Jadi kalau ada informasi bahwa imigrasi Karimun minta uang gerenti sama calon penumpang tujuan Malaysia itu tidak benar bang,” terangnya kepada Maszan,  Rabu (25/2/2026).

Dirinya mengungkapkan, tidak ada jumlah nominal uang spesifik yang wajib (uang gerenti/jaminan) ditunjuk oleh WNI saat masuk Malaysia, namun petugas Imigrasi berhak menanyakan bukti kecukupan dana untuk biaya hidup selama kunjungan.

“Jadi Imigrasi malaysia belum tentu bisa mengizinkan masuk tanpa ada jaminan atau gerenti tersebut dan perlu ketahui, petugas Imigrasi malaysia tahu kalau kami dari Indonesia sekitar 70 persen masuk ke malaysia itu untuk bekerja bukan melancong,” tuturnya.

Dari Karimun tidak ada kendala namun untuk bisa lolos di malaysia tentunya kami minta tolong kepada jasa agen tiket kapal yang mempunyai koneksi hubungan baik kepada petugas di malaysia,” Ungkapnya.

Dan untuk biaya gerenti tersebut dengan tiket PP nya serta bandingannya kami hanya habiskan uang sebesar Rp 1.100.000 agar bisa tinggal selama 25 atau 28 hari. Jelas Leman.

Dengan adanya jasa tersebut kami juga merasa terbantu olehnya, terkadang kami tidak ada uang, pihak jasa agen tiket yang menalangi dana tersebut, mereka dengan modal kepercayaan saja dengan kami yang mana jika kami pulang dari malaysia akan mengembalikan dana yang telah kami pinjam ke jasa agen tiket itu. Paparnya.

“Sungguh kami sangat terbantu, menurut saya hendaknya abang wartawan dan yang lainnya memberitakan ini secara positif, karena jika pemberitaan negatif kami para pejuang rupiah bakal kena dampaknya. Dan kami kehilangan mata pencarian terus bagaimana nasib keluarga kami,” harapnya.

Sementara itu, secara terpisah salah seorang jasa agen tiket kapal menjelaskan terkait pengadaan jasa uang gerenti memang benar adanya.

“Mereka para calon penumpang yang kami kenal dan kami percaya kami bantu, yang ingin masuk kalau tidak ada uang gerenti selalu kami pinjamkan nanti pulang mereka bayar. Dan masalah ini tidak ada kena mengena dengan pihak Imigrasi Karimun.” Jelasnya.

Dengan hasil penelusuran dilapangan, dirinya berharap gerenti ini agar imigrasi dan agen memberikan keterangan resmi kepada masyarakat, sehingga tidak berkembang lagi isu-isu negatif. Kalau sesuai undang- undang ketenagakerjaan, Pekerja yang bekerja di luar negeri tanpa mengikuti prosedur resmi tidak memiliki dokumen lengkap (paspor/visa kerja) dianggap ilegal.

“Untuk itu pemerintah pusat dan daerah harus segera mencari solusi untuk mempermudah jalur prosedural, sehingga masyarakat tidak menggunakan jalur non prosedural (non resmi),” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *