BeritaDaerahKarimunKepulauan Riau

Warga Keluhkan, Tidak Bisa Masuk Malaysia Berharap Ada Solusi Nyata dari Kepala Daerah

52
×

Warga Keluhkan, Tidak Bisa Masuk Malaysia Berharap Ada Solusi Nyata dari Kepala Daerah

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Karimun – Belum lama ini, banyak pemberitaan tentang gerenti (uang tunjuk) terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan berangkat tujuan Malaysia dari pelabuhan international Tanjung Balai Karimun. Berdampak terhadap masyarakat kabupaten Karimun yang hingga sekarang tidak dapat masuk ke Malaysia, mulai dari pulau Karimun, Kundur, Buru yang setiap bulannya masuk ke Malaysia.

” Sudah sepekan ini, saya tidak bisa masuk untuk bekerja. Tak apalah pakai gerenti, paling penting bisa menafkahi anak saya di Karimun,” keluh Mawar (nama samaran) salah seorang ibu rumah tangga, Senin (20/7/2026).

Ia mengutarakan, bahwa bekerja di Malaysia memang ada resikonya. Namun, tidak ada pilihan dari pada di kampung yang belum tentu dapat bekerja dan mendapatkan uang untuk kebutuhan anak-anak sehari-hari. Terutama, anak-anak yang masuk sekolah sekarang ini.

” Memang gerentinya sekitar Rp1,200 ribu, itu sudah sama beli tiket kapal Pulang Pergi (PP) dan bording pass disini. Kalau saya bersama teman-teman tidak ada masalah,” ungkapnya.

Kenapa demikian, sebab kalau bekerja di Malaysia di salah satu rumah makan dirinya bisa membawa pulang uang dikonversikan ke dalam rupiah Rp4 juta bersih sudah dipotong dengan transportasi, makan maupun sewa kamar di negeri Jiran. Sehingga, ketika tidak dapat masuk ke Malaysia sangat berdampak terhadap ekonomi keluarga.

” Saya berharap kepada kepala daerah agar segera mencarikan solusi nyata dan terbaik. Katanya buka lapangan kerja 5000 orang, itu saya ngak yakinlah ada di Karimun,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Darto salah seorang warga Karimun, dirinya merasa dirugikan akibat tidak dapat berangkat ke Malaysia. Sebab, kebutuhan ekonomi keluarga tidak bisa ditunda. Apalagi sekarang sudah memasuki sekolah seperti biasa yang perlu asukan makanan maupun uang jajan anak.

” Asyik itu-itu aja, tidak habis-habisnya di medsos gerenti-gerenti lagi. Resiko saya yang nanggung kok, pemerintah mana ada mempersiapkan lapangan kerja. Usahapun, belum tentu ada pembeli dilihat sekarang ini sangat sepi. Ramai yang jualan, tapi pembeli bisa anda lihat sendiri. Kalau masuk Malaysia jelas ada yang dicari. Sebab, toke di Malaysia sudah seperti keluarga mereka nanya terus kesaya kapan masuk. Pekerjaan menanti,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasi Tikkim Imigrasi kelas II TPI Tanjung Balai Karimun Muhamad Arfat menyampaikan bahwa seluruh petugas di unitnya berkomitmen terhadap integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan.

“ Kami selalu mengingatkan kepada seluruh staf agar menjalankan tugas sesuai prosedur resmi. Sampai saat ini, kami belum pernah menerima laporan maupun bukti adanya praktik pungutan liar dengan kedok uang gerenti,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *