BeritaDaerahKarimunKepulauan Riau

Selamat Pemberlakukan Automatic Gate, Omzet Pedagang Turun Drastis Mencapai 50 Persen

9
×

Selamat Pemberlakukan Automatic Gate, Omzet Pedagang Turun Drastis Mencapai 50 Persen

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Karimun – Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun, akhirnya resmi memutus kontrak dari PT Malik Parking Karimun (MPK), akibat adanya wanprestasi serta persoalan administratif yang berlarut-larut., 23 Juli lalu. Sehingga, pengelolaan parkir di pelabuhan Tanjung Balai Karimun diambil alih kepada PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) nantinya dan menjadi kabar gembira oleh para pedagang yang ada di Taman Bunga.

” Alhamdulillah, ada harapanlah kita jualan sekarang. Selama 6 bulan lebih, penjualan saya turun drastis hingga 50 persen. Inipun, kebetulan malam minggu, lumayanlah pengunjung datang,” keluh Dandi, Senin (27/6/2026).

Ia mengungkapkan, selama pemberlakukan parkir maupun masuk ke pelabuhan menggunakan automatic gate selama 24 jam. Pengunjung yang biasa menikmati kuliner pada malam hari enggan masuk untuk parkir didepan Taman Bunga, sehingga rata-rata parkir diluar pintu masuk dengan memesan makanan untuk dibawa pulang.

” Saya berharap kepada pengelola yang baru bisa ditata. Agar, pengunjung masuk ke Taman Bunga ini tidak dipungut pembayaran parkir,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Nisa salah seorang pedagang nasi goreng yang berharap kepada Bupati Karimun Iskandarsyah mendengarkan suara rakyat. Sebab, jauh-jauh hari dirinya sudah menyampaikan jangan merugikan para pedagang. Terutama, rencana pengelola parkir yang bilang akan dibangun kios-kios modern dengan patokan sewa mencapai Rp1 juta lebih.

” Nahkan, terbukti sekarang. Selama pemberlakukan automatic gate juga banyak yang ngeluhkan. Pak Bupati kami disini hanya ingin menghidupi keluarga, untuk kaya tidaklah jadi berikan solusi terbaik,” ucapnya.

Sementara Pakwan yang juga pedagang makanan, sangat kecewa atas kebijakan Pemda Karimun atas pemberlakukan automatic gate. Sebab, selama 6 bulan lebih penjualan para pedagang di Taman Bunga (Taplaw) omzetnya turun drastis. Dan, sekarang sudah banyak menjamur kuliner-kuliner yang ada di kawasan Teluk Air. Sehingga, para pelanggan yang biasa datang ketempatnya sekarang sudah berpindah.

” Sudah basi, ini jualan hanya bertahan saja. Pemimpin itu harus dengarkan suara rakyat, mana janji-janjinya akan membangun. Saya, tidak tau urusan pihak perusahaan yang mengelola. Tapi, janji Bupati kemarin bilang akan dibangun fasiltas lebih bagus. Ehhhh, tidak taunya begini hasilnya,” cetusnya.

Pantauan dilapangan, setelah diambil alih oleh Pemda Karimun secara otomatis kegiatan perparkiran maupun penggunaan pintu masuk ke pelabuhan penumpang tidak lagi berfungsi. Sedangkan, untuk parkir sendiri tetap seperti biasa ada juru parkir yang melakukan penataan kendaraan secara manual tidak menggunakan karcis pintu masuk.

” Tak taulah bang. Saya hanya ngurus parkir saja secara manual, tergantung pengelola yang barulah,” kata salah satu juru parkir (Jurkir).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *