BeritaBerita UtamaKepulauan RiauOpini

Dua Tahun Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda

4
×

Dua Tahun Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda

Sebarkan artikel ini
Miki Wahyudi Alamsyah, S.T. Bendahara Umum KAHMI Kabupaten Lingga

Selingsing.com, Opini — Oleh: Miki Wahyudi Alamsyah, S.T. Bendahara Umum KAHMI Kabupaten Lingga

Tanggal 28 Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan kembali makna Sumpah Pemuda. 98 tahun sejak Sumpah Pemuda diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Artinya, dua tahun mendatang Indonesia akan memperingati satu abad Sumpah Pemuda, sebuah tonggak sejarah yang menegaskan komitmen pemuda terhadap persatuan, kebangsaan, dan cita-cita Indonesia merdeka.

 

Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah yang diperingati setiap tahun. Ia adalah pernyataan politik dan moral yang melampaui sekat suku, agama, bahasa, dan daerah. Para pemuda pada 1928 telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun identitas kebangsaan yang kokoh.

 

Namun, setelah hampir satu abad berlalu, pertanyaan mendasarnya adalah: sejauh mana semangat Sumpah Pemuda telah kita wujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

 

Di tengah kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, serta dinamika sosial dan politik, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Polarisasi, penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, melemahnya budaya literasi, hingga menguatnya kepentingan kelompok menjadi ujian bagi semangat persatuan. Kita tidak cukup hanya bangga terhadap sejarah, tetapi harus mampu menerjemahkan nilai-nilainya menjadi tindakan nyata.

 

Semangat Sumpah Pemuda hari ini harus diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, keberanian menyampaikan kebenaran, serta komitmen terhadap keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Pemuda harus hadir sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa.

 

Bagi Kabupaten Lingga, refleksi ini juga menjadi panggilan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun daerah. Lingga memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan potensi maritim yang harus dikelola dengan gagasan, integritas, serta inovasi. Pemuda Lingga perlu mengambil peran strategis dalam meningkatkan kemajuan daerah, mengembangkan potensi ekonomi lokal, menjaga kebudayaan, dan mengawal pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 

Sebagai bagian dari keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), refleksi Sumpah Pemuda juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan intelektual dan pengabdian. Alumni dan kader HMI memiliki tanggung jawab moral untuk membangun tradisi berpikir kritis, memperkuat karakter kepemimpinan, serta melahirkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan daerah.

 

Dua tahun menuju satu abad Sumpah Pemuda seharusnya tidak hanya menjadi hitungan waktu, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana kita telah menjaga cita-cita para pendahulu. Satu abad nanti, bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang berintegritas, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu merawat persatuan di tengah perbedaan.

 

Sumpah Pemuda harus tetap hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan kita. Sebab, persatuan tidak cukup diucapkan, melainkan harus dirawat: kemerdekaan tidak cukup diwarisi, melainkan harus diisi dan masa depan bangsa tidak cukup dibicarakan, melainkan harus diperjuangkan bersama.

 

Menjelang satu abad Sumpah Pemuda, mari kita teguhkan kembali komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, adil, maju, dan bermartabat.

 

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia.

 

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Dua tahun menuju satu abad, saatnya memperkuat persatuan dan membuktikan pengabdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *