BeritaBerita UtamaDaerahKepulauan RiauLinggaNasional

Jurnalis Senior LMG Nahkodai PBJI Lingga 2026–2030, Dari Menulis ke Arena Beladiri

18
×

Jurnalis Senior LMG Nahkodai PBJI Lingga 2026–2030, Dari Menulis ke Arena Beladiri

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Lingga – Dunia jurnalistik dan olahraga beladiri di Kabupaten Lingga bertemu dalam satu sosok. Vatawari, S.Pd., wartawan senior yang dikenal sebagai bagian dari Lingga Media Group (LMG), resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kabupaten Lingga periode 2026–2030.

Penunjukan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi olahraga, melainkan juga simbol lahirnya semangat baru bagi perkembangan jujitsu di Bunda Tanah Melayu. Dari ruang redaksi yang kritis hingga matras latihan yang penuh disiplin, Vatawari kini memegang amanah untuk membawa jujitsu Lingga melangkah lebih jauh.

Selama ini, Vatawari dikenal sebagai jurnalis yang aktif mengawal isu-isu daerah dan dinamika pembangunan di Lingga. Kini, ia membawa semangat yang sama ke dalam dunia olahraga—membangun sistem, memperkuat fondasi, dan menyiapkan generasi penerus.

“Jujitsu bukan hanya soal teknik bertarung. Ini tentang karakter, kedisiplinan, mental baja, dan sportivitas. Kita ingin melahirkan atlet yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas,” tegas Vatawari usai terpilih.

Fokus Pembinaan dan Regenerasi Atlet

Mengawali masa kepemimpinannya, Vatawari menyiapkan sejumlah program strategis yang terukur dan berkelanjutan. Mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, hingga penataan organisasi PBJI di tingkat kabupaten agar lebih solid dan profesional.

Ia menilai, kunci kemajuan olahraga bukan hanya pada semangat, tetapi pada sistem pembinaan yang konsisten. Regenerasi atlet menjadi prioritas, mengingat jujitsu Lingga membutuhkan kesinambungan talenta untuk mampu bersaing di level provinsi dan nasional.

Sejumlah atlet saat ini disebutnya tengah menjalani latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau yang akan digelar di Tanjungpinang.

“Kita tidak ingin sekadar hadir di Porprov. Kita ingin tampil kompetitif dan membawa pulang prestasi,” ujarnya optimistis.

Target Porprov Kepri dan Dukungan Daerah
Porprov Kepri menjadi panggung pembuktian pertama di era kepemimpinan Vatawari. Ajang olahraga paling bergengsi tingkat provinsi itu menjadi momentum penting bagi atlet-atlet jujitsu Lingga untuk menunjukkan kualitasnya.
Namun, ia menyadari bahwa prestasi tidak bisa dibangun sendirian.

Dukungan pemerintah daerah, KONI, hingga partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor krusial dalam mendorong kemajuan cabang olahraga ini.

Menurutnya, investasi pada olahraga adalah investasi jangka panjang bagi karakter generasi muda. Dengan pembinaan yang tepat, jujitsu dapat menjadi ruang positif untuk membina mental juara sekaligus menjauhkan anak-anak muda dari pengaruh negatif.
Dari Pena ke Matras, Membawa Semangat Perubahan

Kiprah Vatawari di dunia jurnalistik dinilai menjadi nilai tambah dalam memimpin organisasi. Kemampuannya membaca persoalan, membangun jaringan, serta mengelola komunikasi publik diharapkan mampu memperkuat eksistensi PBJI Lingga.

Kepemimpinannya periode 2026–2030 menjadi babak baru bagi jujitsu Lingga. Harapannya, organisasi ini tak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar hidup di lapangan—melahirkan atlet tangguh, berkarakter, dan membanggakan daerah.

“Insya Allah, kita bangun bersama. Jujitsu Lingga harus naik kelas,” tutupnya.

Dengan nahkoda baru, PBJI Lingga kini menatap masa depan dengan optimisme. Dari Lingga, untuk Kepri—bahkan untuk Indonesia.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *