BatamBeritaBerita UtamaDaerahKepulauan RiauLinggaNasionalTanjungpinang

Penumpang KMP Sembilang, Tujuan Batam – Dabo Dan Kuala Tungkal Meninggal Dunia, Saat di Evakuasi

23
×

Penumpang KMP Sembilang, Tujuan Batam – Dabo Dan Kuala Tungkal Meninggal Dunia, Saat di Evakuasi

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Tanjungpinang – Operasi evakuasi medis darurat (medevac) dilakukan tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang terhadap seorang penumpang kapal roro KMP Sembilang di perairan Pulau Karas, Selasa (7/4/2026) malam. Peristiwa ini berlangsung dramatis di tengah pelayaran kapal yang melayani rute Batam menuju Kuala Tungkal.

Korban diketahui bernama Ismed (62), yang tengah dalam perjalanan untuk menjalani pengobatan kanker leher stadium empat. Namun di tengah perjalanan, kondisinya mendadak memburuk.

Laporan darurat diterima petugas siaga Basarnas dari kapten kapal pada pukul 18.40 WIB. Sebelumnya, korban mengalami sesak napas sejak pukul 18.00 WIB, yang kemudian berujung pada penurunan kesadaran hingga akhirnya tidak sadarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB.

Merespons cepat laporan tersebut, Basarnas Tanjungpinang langsung mengerahkan 8 personel tim penyelamat menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 18.55 WIB menuju titik koordinat kapal yang berada sekitar 9 mil laut dari daratan.

Selama perjalanan menuju lokasi, koordinasi intensif dilakukan dengan KSOP dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang guna menyiapkan penanganan lanjutan. Tim medis dan satu unit ambulans disiagakan di Dermaga Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang.

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil merapat ke lambung KMP Sembilang pada pukul 19.35 WIB. Proses evakuasi langsung dilakukan, namun berdasarkan pemeriksaan awal di atas kapal, korban diketahui telah mengalami henti napas dan henti jantung.

Proses pemindahan korban ke perahu penyelamat selesai pada pukul 19.55 WIB, sebelum kemudian dibawa menuju daratan.
Sekitar pukul 20.15 WIB, tim tiba di Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang. Korban kemudian langsung dilarikan ke RUMKITAL Dr. Midiyato Tanjungpinang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, setibanya di rumah sakit pada pukul 20.30 WIB dan setelah melalui pemeriksaan oleh tim dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Usai penyerahan korban kepada pihak rumah sakit, operasi SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, Polairud, KSOP, dan KKP Tanjungpinang resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanganan kondisi darurat di tengah laut, terutama bagi penumpang dengan riwayat penyakit serius.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *