Selingsing.com, Bintan — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Kompetitif Nasional yang didanai melalui hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2025, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), telah melaksanakan rangkaian sosialisasi dan pelatihan pada 15–16 November 2025 di Balai Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Sri Novalina A., MP selaku ketua PKM, bersama anggota tim Novi Winarti, S.Pd., M.A, Elfa Oprasmani, S.Pd., M.Pd, serta mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UMRAH.
Pengabdian kali ini mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Desa Pengujan dalam Pembuatan Beras Analog Berbasis Sumberdaya Lokal Rumput Laut sebagai Alternatif Pangan Sehat bagi Penderita Diabetes.” Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Pengujan yang diwakili oleh Kaur Umum Desa, dan dihadiri oleh mitra utama yaitu Ibu-Ibu PKK, kader posyandu, serta para lansia.
Sebagai langkah awal, peserta melakukan cek gula darah yang dipandu oleh tenaga medis desa, Bidan Azi, untuk mengetahui kondisi awal kadar glukosa masing-masing sebelum mengikuti rangkaian kegiatan.
Rangkaian dilanjutkan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh tim PKM. Dalam sesi ini, Dr. Sri Novalina A., MP memberikan edukasi tentang diabetes melitus, termasuk faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaannya.
Beliau menekankan pentingnya pola makan sehat tinggi serat, pengaturan porsi, aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, serta pengelolaan stres sebagai bagian penting dari kontrol gula darah.
Peserta juga diberikan pemahaman tentang pilihan bahan pangan sehat untuk penderita diabetes, termasuk beras analog berbahan rumput laut dan sagu yang kaya serat dan rendah indeks glikemik.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan berlanjut pada pelatihan dan pendampingan pembuatan beras analog. Peserta diajarkan langkah-langkah teknis, mulai dari proses pencampuran bahan, granulasi, pencetakan, hingga pengeringan beras analog.
Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti praktik langsung dan mencoba mencetak beras analog secara mandiri.
Ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi kesehatan ibu-ibu PKK sebagai mitra, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
“Cegah diabetes dari piring kita. Rumput laut adalah potensi pesisir yang bisa kita olah menjadi pangan sehat sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok,” ujar Dr. Sri Novalina.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, kegiatan ditutup dengan penyerahan aset alat produksi beras analog kepada mitra desa. Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua PKK Desa Pengujan, Ibu Mawaryani, dan disambut dengan penuh apresiasi oleh peserta.
Tim PKM UMRAH berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju peningkatan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Desa Pengujan, serta membuka peluang pembinaan lanjutan bagi kelompok mitra.
(Budi)






