Selingsing.com, Karimun – Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, tahun ini berlangsung berbeda. Pantai Tanjung Ambat dipenuhi ratusan perahu jong tanpa awak dalam gelaran Festival Jong Nusantara 2026.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 14–16 Agustus 2026, tersebut berhasil menghadirkan sekitar 480 perahu jong yang ikut ambil bagian dalam perlombaan sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan.
Festival ini digagas Persatuan Pemuda Kepulauan Kabupaten Karimun yang dinakhodai Mohammad Irfan Syahputra, S.Pd. atau yang akrab disapa Irfan Tuah. Tak hanya melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, festival tersebut juga berhasil menarik perhatian peserta dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.
“Kami bersyukur. Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, tahun ini kami berhasil mengundang negara tetangga untuk ikut berpartisipasi menjadi peserta perlombaan perahu jong,” ujar Irfan Tuah, pada Senin (17/08)
Ratusan perahu jong yang berlayar tanpa awak itu membuat kawasan Pantai Tanjung Ambat tampak semarak. Tradisi permainan perahu jong yang selama beberapa tahun terakhir mulai jarang digelar kembali mendapat ruang untuk hidup dan berkembang melalui Festival Jong Nusantara.
Bagi masyarakat Kecamatan Buru, khususnya para pegiat perahu jong, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan. Festival ini menjadi momentum untuk menjaga permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun agar tidak hilang ditelan zaman.
Festival Jong Nusantara 2026 berlangsung tertib hingga hari terakhir. Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun berharap Festival Jong Nusantara tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini saja, tetapi dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda yang berkelanjutan.
“Semoga Festival Jong Nusantara tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini saja. Semoga ada Festival Jong Nusantara berikutnya,” pesannya.
Antusiasme juga datang dari para peserta lokal. Salah satunya Baw, tekong Jong Pemburu Pantai dari Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, yang berhasil merebut juara pertama dalam perlombaan perahu jong.
Baw mengaku bangga karena tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir tersebut kembali mendapatkan perhatian.
“Kami sebagai pemain warisan tradisional ini sangat bangga kepada pihak panitia. Sudah sekitar lima tahun ke belakang tidak ada lagi lomba perahu jong. Alhamdulillah, kawan-kawan dari Persatuan Pemuda Kepulauan tahun ini hadir untuk menyalurkan hobi kami,” kata Baw.
Dengan hadirnya 480 perahu jong serta keterlibatan peserta dari Malaysia dan Singapura, Festival Jong Nusantara 2026 tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali permainan tradisional masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang agar budaya lokal Karimun semakin dikenal hingga ke mancanegara.
(Budi)






