BeritaBerita UtamaBintanDaerahKepulauan RiauLinggaNasionalTanjungpinang

81 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana Dengan Lingga

48
×

81 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana Dengan Lingga

Sebarkan artikel ini
Oleh: Rahman Kader HIMA Persis Tanjungpinang-Bintan, Asal Lingga, Dok (SL)

Selingsing.com, Lingga – Di tengah semarak peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita patut bersyukur atas perjalanan panjang bangsa ini. Namun sebagai anak daerah yang berasal dari Lingga, rasanya kita juga perlu melihat kondisi masyarakat di daerah sendiri.

Rahman menyatakan, pembangunan di Kabupaten Lingga masih membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam pemerataan pembangunan di desa-desa dan wilayah pulau. Lingga memiliki potensi besar dari sektor kelautan, perikanan, pertanian hingga pariwisata. Tetapi di sisi lain, masyarakat masih menghadapi persoalan listrik yang belum sepenuhnya stabil, jaringan komunikasi yang masih sulit di beberapa wilayah, akses transportasi dan infrastruktur yang belum merata, serta pelayanan dasar yang masih perlu ditingkatkan.

“Kita tidak menutup mata terhadap pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah. Tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap masyarakat yang sampai hari ini masih merasakan keterbatasan. Pembangunan jangan hanya terlihat dalam laporan, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rahman.

Menurutnya, persoalan tersebut mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi masyarakat yang mengalaminya setiap hari, listrik, jaringan komunikasi, akses transportasi, pendidikan dan kesehatan bukanlah persoalan kecil. Itu merupakan kebutuhan dasar.

Rahman juga menegaskan bahwa kritik bukan berarti kebencian kepada pemerintah.

“Kami mengkritik karena kami peduli. Kami menyampaikan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi supaya pemerintah tidak lupa bahwa masih ada masyarakat Lingga yang menunggu pembangunan yang lebih layak dan merata,” katanya.

Lingga bukan daerah yang miskin potensi. Laut kita luas, sumber daya kita ada, dan masyarakat kita juga punya kemampuan. Yang menjadi pertanyaan adalah kapan potensi itu benar-benar mampu membawa perubahan bagi masyarakatnya?

Momentum 81 tahun kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh wilayah yang sudah maju. Masyarakat di pulau-pulau kecil juga memiliki hak yang sama untuk menikmati listrik, pendidikan, kesehatan, konektivitas, transportasi dan pelayanan publik yang layak.

Karena itu, Rahman berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tidak melihat Lingga hanya dari angka dan data pembangunan, tetapi juga melihat langsung kehidupan masyarakat di lapangan.

“Jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan 81 tahun Indonesia merdeka, sementara masih ada masyarakat kita yang bertanya: kapan pembangunan benar-benar sampai kepada kami?”

Pertanyaan itu mungkin sederhana. Tetapi justru di situlah pekerjaan rumah kita sebagai bangsa.

Lingga tidak meminta dikasihani. Lingga hanya ingin diperhatikan, dibangun, dan diperlakukan secara adil.

81 tahun Indonesia merdeka.
Sudah waktunya pembangunan benar-benar sampai ke pelosok negeri.
Dan Lingga tidak boleh tertinggal.

(Opini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *