BeritaDaerahKarimunKepulauan Riau

Tak Sekadar Menambang, PT TIMAH Kembali Restocking 1.000 Kepiting Bakau di Kundur

9
×

Tak Sekadar Menambang, PT TIMAH Kembali Restocking 1.000 Kepiting Bakau di Kundur

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Karimun – Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus dilakukan di wilayah operasional PT TIMAH (Persero) Tbk. Kali ini, PT TIMAH melalui Division Kundur Area kembali melakukan restocking sebanyak 1.000 bibit kepiting bakau di sekitar perairan laut Kundur, Kepulauan Riau, Rabu (16/9/2026).

Dalam melaksanakan restocking kepiting bakau, PT TIMAH berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Gemuruh serta masyarakat setempat. Pelepasan bibit kepiting bakau menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus mempertahankan populasi biota laut yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis bagi masyarakat.

Sebagai anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT TIMAH menjalankan program reklamasi laut melalui berbagai kegiatan yang mendukung pemulihan dan keberlanjutan lingkungan.

Restocking kepiting bakau menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, terutama di tengah berkurangnya populasi kepiting bakau yang hidup secara alami dan program ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.

Nelayan Desa Gemuruh, Idris, menyambut baik kegiatan restocking yang kembali dilakukan PT TIMAH. Ia menilai pelepasan bibit kepiting bakau dapat menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membantu meningkatkan populasi kepiting di perairan sekitar desa.

“Kegiatan ini bagian dari upaya melestarikan alam dan lingkungan, sehingga kami masyarakat nelayan sangat mendukung,” ujarnya.

Idris mengatakan, kepiting bakau memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga keberlanjutan populasinya berpotensi memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat pesisir.

Ia mengaku mulai merasakan manfaat dari kegiatan serupa yang dilakukan sebelumnya. Saat melaut, nelayan mulai lebih sering menemukan kepiting dengan ukuran yang cukup besar.

“Beberapa waktu lalu kami juga sudah merasakan dampak dari kegiatan ini. Saat melaut, kami sudah sering menemukan beberapa ekor kepiting yang ukurannya cukup besar dan harganya juga cukup ekonomis,” katanya.

Ia berharap bibit kepiting yang kembali dilepas dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Mungkin kegiatan ini akan menuai hasilnya beberapa tahun ke depan. Bibit yang kita lepaskan mudah-mudahan dapat hidup dan berkembang biak dengan baik sehingga nantinya memberikan dampak positif bagi para nelayan di sekitar sini,” ucapnya.

Restocking kepiting bakau tersebut diharapkan tidak hanya membantu menjaga keberadaan biota pesisir, tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Kundur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *