AnambasBeritaBerita UtamaDaerahKepulauan RiauNasional

Geram Kepri Bersatu Bersama Disparbud Anambas Edukasi Filosofi Tanjak

31
×

Geram Kepri Bersatu Bersama Disparbud Anambas Edukasi Filosofi Tanjak

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Anambas – Geram Kepri Bersatu berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar silaturahmi dan edukasi budaya Melayu, khususnya tentang filosofi Tanjak dan tata cara pemakaian kain samping. (Kamis, 13/08/2026)

Deni Jebat, pengurus bidang Kebudayaan Geram Kepri Bersatu sekaligus Plt. Ketua Geram Kepri Bersatu Kepulauan Anambas, hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa Tanjak bukan sekadar penutup kepala, tetapi memiliki nilai sejarah, adat, identitas, serta filosofi dalam kehidupan masyarakat Melayu.

“Tanjak dalam alam Melayu bermakna tanah yang dipijak,” ujar Deni.

Dalam kegiatan tersebut, Deni memperkenalkan tujuh jenis tanjak beserta filosofi dan penggunaannya. Peserta juga mendapatkan empat jenis ikatan kain samping yang langsung di praktekkan bersama.

Deni menegaskan, pelestarian budaya harus dilakukan melalui edukasi dan melibatkan generasi muda agar warisan Melayu tetap hidup dan tidak sekadar menjadi simbol masa lalu.

“Kita jangan hanya memakai Tanjak karena terlihat bagus. Kita juga harus memahami makna, sejarah, adat dan identitas Melayu di baliknya,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kolaborasi dengan Disparbud Anambas dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan sebagai upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Melayu.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah bersama untuk menjaga, mengenalkan, dan mewariskan budaya Melayu kepada generasi berikutnya.

Pada kesempatan yang sama Plt Kadis Pariwisata dan kebudayaan kabupaten kepulauan Anambas, Hani Muzwati, S.Pd, M.M, mengucapkan terimakasih serta menyambut baik kujungan Geram seraya memberikan apresiasi sedalam dalamnya kepada kalangan muda yang masih peduli dan mau berbuat untuk mengangkat budaya warisan.

“Saya sendiri baru tahu filosofi dan penggunaan Tanjak warisan. Saya berharap keberadaan Ormas Geram sebagai bentuk perpanjangan tangan pemerintah untuk mengenalkan dan menjaga budaya warisan Melayu,” imbuhnya.

Kami tentunya merasa sangat terbantu dengan adanya organisasi seperti Geram Kepri Bersatu dan Insya Allah kedepannya kita akan buat kegiatan bersama.” Tutup nya.

(Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *