BatamBeritaDaerahKepulauan Riau

Kebakaran Lahan di Trans Barelang Capai 35 Hektare, HMKB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

38
×

Kebakaran Lahan di Trans Barelang Capai 35 Hektare, HMKB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini

 

Kebakaran Lahan di Tembesi, HMKB Dorong Peningkatan Kewaspadaan

Selingsing.com, (Batam) – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu (22/8/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan kawasan yang dipenuhi semak belukar dan vegetasi kering hingga menimbulkan kepulan asap tebal di sekitar lokasi.

Upaya penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, pemadam kebakaran, TNI, serta unsur terkait lainnya. Berdasarkan informasi Polresta Barelang, lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 35 hektare. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena kawasan Barelang memiliki sejumlah area terbuka dengan vegetasi yang mudah terbakar, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Selain berpotensi merusak lingkungan, kebakaran lahan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat akibat asap serta meningkatkan risiko api meluas ke permukiman dan fasilitas umum di sekitar kawasan.

Menanggapi kejadian itu, Himpunan Mahasiswa Kota Batam (HMKB) menyampaikan keprihatinan sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

HMKB mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering. Kesadaran menjaga lingkungan dinilai perlu dibangun secara bersama-sama agar potensi bencana serupa dapat diminimalkan.

Sebagai organisasi mahasiswa yang menghimpun mahasiswa asal Kota Batam, HMKB turut mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan Batam agar tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan.

HMKB menilai langkah pencegahan tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan metode pembakaran. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, masyarakat juga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait.

Di sisi lain, HMKB mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya mitigasi, pengawasan, serta edukasi di kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran lahan.

“Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran, sementara pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan upaya pencegahan serta penanganan dapat dilakukan secara optimal,” ujar HMKB.

HMKB berharap penanganan terhadap lokasi kebakaran dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. HMKB juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Batam untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi bencana, khususnya ketika kondisi cuaca kering.

Menurut HMKB, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, mahasiswa, dan berbagai elemen lainnya menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran lahan. Dengan kepedulian bersama, kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat Kota Batam diharapkan dapat terus terjaga.

Penulis: Advokasi dan Kajian Publik Periode 2025/2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *