Selingsing.com, Natuna – Suasana nyaman dan tertib di kawasan wisata Pantai Piwang disebut menjadi perhatian utama para pedagang yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata di lokasi tersebut.
Menanggapi isu terkait adanya suara musik dengan volume keras yang dinilai mengganggu pengunjung, salah seorang pedagang di kawasan pantai membantah tudingan tersebut.
Ia menegaskan para pelaku usaha tidak pernah sengaja memutar musik berlebihan hingga mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang menikmati suasana pantai.
Pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu mengatakan, selama ini para pedagang memahami pentingnya menjaga suasana wisata agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
“Kami di sini mencari rezeki dengan baik. Tidak ada memutar musik keras seperti yang dibicarakan. Kami juga menjaga kenyamanan pengunjung yang datang ke Pantai Piwang,” ujarnya saat ditemui di kawasan pantai, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, para pedagang justru memiliki kepentingan besar untuk menjaga citra kawasan wisata agar tetap diminati masyarakat. Sebab, kenyamanan pengunjung sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha kecil di sekitar pantai.
Ia menjelaskan, Pantai Piwang menjadi salah satu lokasi favorit warga Natuna untuk menghabiskan waktu, terutama pada sore hingga malam hari. Karena itu, para pedagang merasa memiliki tanggung jawab moral menjaga ketertiban dan suasana yang ramah bagi pengunjung.
“Kami hanya ingin berjualan dengan tenang dan pengunjung juga nyaman saat datang ke sini. Kalau suasana pantai nyaman, tentu pengunjung juga senang datang,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas wisata berjalan normal seperti biasa. Sejumlah warga tampak menikmati suasana pantai bersama keluarga, sementara anak-anak bermain di area bibir pantai. Di sisi lain, para pedagang tetap melayani pengunjung yang membeli kuliner dan minuman di kawasan wisata tersebut.
Sebagai salah satu ikon wisata di Natuna, Pantai Piwang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung roda perekonomian masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha kaki lima yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.
Masyarakat pun berharap kawasan wisata tersebut tetap terjaga kenyamanan, kebersihan, dan ketertibannya agar terus menjadi destinasi favorit warga lokal maupun wisatawan luar daerah.
(Is)






