BeritaDaerahKarimunKepulauan Riau

PT TIMAH Bina TINS Batik Kundur, Kenalkan Kekayaan Alam Pulau Lewat Kain Batik

12
×

PT TIMAH Bina TINS Batik Kundur, Kenalkan Kekayaan Alam Pulau Lewat Kain Batik

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Karimun – PT TIMAH (Persero) Tbk mendukung pengembangan TINS Batik Kundur sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya dibekali keterampilan membatik, tetapi juga didorong untuk mengembangkan usaha kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Program pengembangan TINS Batik Kundur diawali dengan pelatihan membatik yang difasilitasi PT TIMAH pada 2025. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari sejumlah desa di Pulau Kundur. Dari enam desa, masing-masing desa mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti program tersebut.

Salah satu penerima manfaat dan anggota TINS Batik Kundur, Sumiati, warga Desa Gemuruh, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan membatik melalui program yang didukung PT TIMAH.

Sumiati yang telah memiliki pengalaman menjahit sekitar empat tahun ini mengatakan, keterampilan membatik menjadi pengalaman baru yang membuka peluang baginya untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menambah sumber penghasilan.

“Kami difasilitasi PT TIMAH. Awalnya ada pelatihan pada 2025. Sekarang kami terus belajar dan mengembangkan batik. Biasanya setiap Sabtu kami membatik,” ungkapnya.

Menurut Sumiati, kegiatan membatik kini mulai memberikan hasil yang menggembirakan. Sejumlah kain dan pakaian hasil karya kelompok mereka sudah mulai dibeli masyarakat. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi para perajin untuk terus menghasilkan karya.

“Alhamdulillah, sudah ada yang membeli kain dan baju hasil batik kami. Itu yang membuat kami semakin semangat. Kadang dalam satu hari kami sudah bisa menyelesaikan proses mencanting,” katanya.

Pengembangan TINS Batik Kundur juga dilakukan dengan mengangkat kekhasan alam dan budaya setempat ke dalam motif kain. Beberapa motif yang dikembangkan antara lain siput, siput betina, sagu perayun, ikan, bunga kundur, jong dan udang.

Motif-motif tersebut menjadi identitas sekaligus pembeda TINS Batik Kundur. Melalui karya para perajin lokal, kekayaan alam dan kearifan lokal Pulau Kundur diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Saat ini, kelompok perajin telah mengembangkan teknik membatik dengan metode canting dan cap. Mereka juga memiliki harapan untuk mengembangkan teknik ekoprint sebagai inovasi produk berikutnya, meskipun masih membutuhkan dukungan ketersediaan bahan.

Ketua Kelompok TINS Batik Kundur Arman, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi dan dukungan PT TIMAH terhadap kelompok batik tersebut. Ia berharap pendampingan yang telah diberikan dapat terus berlanjut agar TINS Batik Kundur semakin berkembang.

Menurutnya, pemasaran produk saat ini masih perlu diperluas agar batik khas Kundur tidak hanya dikenal di lingkungan masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di luar Pulau Kundur.

“Kami berharap Batik Kundur semakin dikenal, bukan hanya oleh masyarakat Kundur, tetapi juga masyarakat di luar Kundur. Semoga ke depan kelompok ini semakin berkembang,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *