BeritaBerita UtamaBintanDaerahKepulauan RiauLinggaNasionalTanjungpinang

HIMA PERSIS Soroti 4 Anggota DPR RI Dapil Kepri, Infrastruktur Lingga Belum Tuntas

12
×

HIMA PERSIS Soroti 4 Anggota DPR RI Dapil Kepri, Infrastruktur Lingga Belum Tuntas

Sebarkan artikel ini
Ket Foto: Rahman dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam, Tanjungpinang - Bintan, Dok (Sl)

Selingsing.com, Tanjungpinang – HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan mengapresiasi sikap tegas Anggota DPRD Kepri, Aziz Martindaz, sekaligus mempertanyakan perjuangan empat Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau dalam memperjuangkan pembangunan daerah.

Melalui Rahman, HIMA PERSIS menilai persoalan infrastruktur di Kabupaten Lingga, mulai dari kondisi jalan hingga konektivitas antarpulau, masih membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah dan pusat.

Rahman menegaskan, keterbatasan APBD tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti memperjuangkan anggaran pusat. Ia meminta pemerintah lebih aktif mengawal kebutuhan masyarakat kepulauan agar masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

“Jangan sampai masyarakat terus bertanya, apa yang benar-benar diperjuangkan empat wakil kita di Senayan? Kami ingin perjuangan konkret, bukan sekadar hadir dalam forum formal,” tegas Rahman.

Ia juga menyoroti belum adanya kepastian yang dinilainya memadai terkait pembangunan Pelabuhan Pekajang serta kebutuhan perbaikan jalan di Lingga. Menurutnya, infrastruktur tersebut penting bagi mobilitas warga, konektivitas antarpulau, dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Kritik turut diarahkan kepada Pemerintah Provinsi Kepri mengenai skala prioritas anggaran. Rahman mengingatkan agar pembangunan monumental tidak mengesampingkan kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan sampai monumen lebih mudah dibangun, sementara jalan layak, pelabuhan, dan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat terus tertunda,” ujarnya.

Rahman menegaskan, pihaknya tidak menolak pembangunan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Namun, pemerintah diminta memastikan anggaran berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan pelosok.

Ia mendesak pemerintah serta para wakil rakyat memberikan penjelasan dan tindak lanjut yang konkret terhadap persoalan infrastruktur Lingga.

“Pembangunan bukan hanya soal bangunan megah, tetapi manfaat nyata yang dirasakan rakyat. Pemerataan jangan berhenti menjadi slogan,” tutupnya.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *