AnambasBatamBeritaBerita UtamaBintanDaerahKarimunKepulauan RiauLinggaNasionalNatunaTanjungpinang

Dari Limbah Jadi Rupiah, STIE Pembangunan Tanjungpinang Dorong Hilirisasi Sampah Plastik

37
×

Dari Limbah Jadi Rupiah, STIE Pembangunan Tanjungpinang Dorong Hilirisasi Sampah Plastik

Sebarkan artikel ini

Selingsing.com, Tanjungpinang – STIE Pembangunan Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pada tahun 2026, kampus tersebut menjalankan empat program PKM, dengan dua di antaranya difokuskan pada pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Kharisma Mandiri yang berlokasi di Desa Ekang Anculai, Kabupaten Bintan.

Salah satu program yang tengah berjalan dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Armansyah, SE., MM. Melalui kegiatan tersebut, STIE Pembangunan menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah sampah plastik dan alat press sampah untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

Menurut Armansyah, program ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan industri pengolahan sampah plastik.

“Program ini kami rancang sebagai langkah berkelanjutan. Pada tahap awal, kami membangun fondasi pengolahan sampah plastik melalui penyediaan peralatan yang dibutuhkan. Harapannya, ke depan program ini dapat berkembang hingga menghasilkan biji plastik yang kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep hilirisasi sampah menjadi fokus utama dalam program tersebut. Dengan adanya fasilitas pengolahan, masyarakat diharapkan mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan baku yang memiliki nilai jual, sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan pendapatan kelompok pengelola sampah.

Sementara itu, Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Dr. Ranti Utami, SE., M.Si., Ak., CA., menegaskan bahwa seluruh kegiatan PKM merupakan bentuk kontribusi nyata kampus dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, posisi strategis STIE Pembangunan di Pulau Bintan menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Seluruh program PKM ini merupakan bentuk pengabdian STIE Pembangunan Tanjungpinang kepada masyarakat. Kami ingin hadir membantu pelaku UMKM agar memiliki daya saing, lebih mandiri, serta mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi,” kata Ranti.

Ia juga menegaskan komitmen kampus untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat yang membutuhkan pendampingan, mulai dari penyusunan gagasan, inovasi, hingga pembinaan usaha.

Melalui berbagai program tersebut, STIE Pembangunan Tanjungpinang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas UMKM, khususnya sektor kemaritiman di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *